Seperti dikutip dari CNN, seorang ibu yang bernama Margaret Boemer
seperti biasa pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungannya
yang berusia 18 minggu. Saat dilakukan tes USG ditemukan bahwa ada
sesuatu yang tak biasa terhadap kandungannya. "Mereka melihat
sesuatu di layar scan, kemudian dokter datang dan mengatakan kepada kita
bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan bayi kami dan bahwa ia
memiliki sacrococcygeal teratoma."

Sacrococcygeal teratoma adalah tumor yang berkembang sebelum kelahiran dan tumbuh dari tulang ekor bayi. "Ini adalah tumor yang umum kita lihat pada bayi baru lahir," kata Dr. Darrell Cass, co-direktur Texas Children's Fetal Center dan profesor bedah anak dan kebidanan dan ginekologi di Baylor College Medicine. "Meskipun itu yang paling umum kita lihat, itu masih cukup langka."

Tumor ini ditemukan lebih sering pada anak perempuan daripada anak laki-laki, tumor ini terjadi pada 1 dari setiap 35.000 kelahiran. Cass menjelaskan bahwa tumor mencoba untuk tumbuh dengan mengisap aliran darah dari bayi, namun bayi juga berusaha untuk tumbuh, juga sehingga menjadi "sebuah kompetisi.

Saat kehamilan Margaret Boemer mencapai usia 23 minggu dan 5 hari dilakukan operasi janin darurat untuk mengeluarkan tumor dari dalam kandungan. Pada saat itu Cass mengatakan bahwa ukuran tumor sudah sebesar janin.
Cass dan Dr. Oluyinka Olutoye, ahli bedah rekannya, melakukan operasi tersebut selama sekitar lima jam. Bayi yang diberi nama Lynlee sempat dikeluarkan untuk memotong tumor yang menempel padanya. Setelah selesai Lynlee dimasukkan kembali ke dalam rahim dan 12 minggu kemudian Lynlee terlahir kembali dengan berat 5 pon dan 5 ons atau sekitar 2,3 kg dengan operasi caesar.

Sacrococcygeal teratoma adalah tumor yang berkembang sebelum kelahiran dan tumbuh dari tulang ekor bayi. "Ini adalah tumor yang umum kita lihat pada bayi baru lahir," kata Dr. Darrell Cass, co-direktur Texas Children's Fetal Center dan profesor bedah anak dan kebidanan dan ginekologi di Baylor College Medicine. "Meskipun itu yang paling umum kita lihat, itu masih cukup langka."

Tumor ini ditemukan lebih sering pada anak perempuan daripada anak laki-laki, tumor ini terjadi pada 1 dari setiap 35.000 kelahiran. Cass menjelaskan bahwa tumor mencoba untuk tumbuh dengan mengisap aliran darah dari bayi, namun bayi juga berusaha untuk tumbuh, juga sehingga menjadi "sebuah kompetisi.

Saat kehamilan Margaret Boemer mencapai usia 23 minggu dan 5 hari dilakukan operasi janin darurat untuk mengeluarkan tumor dari dalam kandungan. Pada saat itu Cass mengatakan bahwa ukuran tumor sudah sebesar janin.
Cass dan Dr. Oluyinka Olutoye, ahli bedah rekannya, melakukan operasi tersebut selama sekitar lima jam. Bayi yang diberi nama Lynlee sempat dikeluarkan untuk memotong tumor yang menempel padanya. Setelah selesai Lynlee dimasukkan kembali ke dalam rahim dan 12 minggu kemudian Lynlee terlahir kembali dengan berat 5 pon dan 5 ons atau sekitar 2,3 kg dengan operasi caesar.

0 komentar:
Posting Komentar